Berbagi Kasih, Menitipkan Harapan dan Doa di Bulan Suci: Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Yogyakarta , Teladan 67 Membagikan 1111 Paket Takjil
Yogyakarta – Dalam balutan semangat berbagi di bulan suci Ramadan, siswa kelas XII SMA Negeri 1 Yogyakarta, Teladan 67 mengadakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat pada hari Rabu (11/03/26). Kegiatan yang diinisiasi oleh para siswa kelas XII ini dilaksanakan secara serentak di tujuh titik area Kota Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat solidaritas antarsiswa di penghujung masa belajar di bangku SMA sebelum beranjak ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Kegiatan diawali dengan pembukaan di lingkungan sekolah yang dihadiri oleh guru pendamping dan kepala sekolah. Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta, Ngadiya, S.Pd., M.M., mengapresiasi inisiatif para siswa yang mampu menghadirkan kegiatan sosial di tengah kesibukan mempersiapkan diri menuju jenjang perguruan tinggi sekaligus menyampaikan pesan kepada para siswa agar tetap menjaga sikap dan berhati-hati selama proses pembagian takjil di jalan.
“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas angkatan, sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kita belajar untuk peka dan berbagi kepada sesama,” ujarnya.


Sebanyak 1111 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Pembagian dilakukan di tujuh lokasi, yakni di sekitar area SMA Negeri 1 Yogyakarta, Bugisan, Alun-Alun Utara, Stasiun Tugu, Tugu Jogja, Jalan Wates, Lempuyang, UGM dan sekitarnya. Kehadiran para siswa yang berdiri di tepi jalan sambil membagikan takjil menarik perhatian masyarakat dan menciptakan suasana hangat menjelang waktu berbuka.
Menurut penuturan salah satu peserta, Syarifah Muharrikah Afifah, warga tampak antusias dan mengantre ketika kegiatan berbagi takjil dimulai.
“Kegiatan kemarin itu jadi pengalaman pertama ikut bagi–bagi takjil di pinggir jalan, jadi salah satu pengalaman yang menyenangkan karena masyarakat sangat antusias antre ambil takjil waktu lihat kita,” ujarnya.
Peserta lain, Talitha Amadea Warastri, juga mengungkapkan hal yang sama. Meskipun ia dan teman-teman lain baru berjalan beberapa meter dari sekolah, takjil yang mereka bawa sudah hampir habis.
Ya, walaupun sore itu panasnya lumayan terik, antusiasme masyarakat bikin kita semangat lagi! Momennya cepat, tapi rasanya hangat sekaligus menyenangkan karena bisa berbagi dengan orang lain.”
Salah satu panitia, Katon Dian Candra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirintis sejak bulan Februari 2026 dan memiliki masa penggalangan dana mulai bulan Februari–Maret 2026. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini diinisiasi oleh kesadaran Teladan 67 itu sendiri.
“Jadi, secara keseluruhan kan merasa sadar ya bahwa kita tuh sudah di masa-masa akhir kelas XII, dan sudah saatnya gimana ya... ya perlu meninggalkan jejak yang baik, begitulah,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai pelajar di Kota Pelajar, para siswa tidak hanya dituntut untuk belajar secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
“Sebagai seorang pelajar di Kota Pelajar yang terpelajar, tentunya tugas kita nggak cuma belajar pelajaran, tapi juga kita harus belajar untuk bersosial untuk berguna bagi masyarakat sekitar. Terutama sesuai dengan filosofi sekolah kita yang sebagai sekolah ‘teladan’ yang bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain atau bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Yogyakarta Periode 2024/2025, Satrio Wisnu Nurhuda, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan tersebut bagi para siswa. Menurutnya, kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk penyeimbang antara ikhtiar akademik dan spiritual yang sedang dijalani siswa kelas XII. Selain memperkuat solidaritas antarsiswa Teladan 67, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara menyebarkan energi positif kepada masyarakat sekaligus memohon doa restu untuk kelancaran siswa kelas XII menuju perguruan tinggi impian.
“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat, baik bagi masyarakat di lingkungan Teladan maupun masyarakat luas di luar Teladan. Selain itu, semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut ke depannya dengan berbagai peningkatan,” ujarnya.
Kepala sekolah juga mengungkapkan harapan agar kegiatan ini dapat memupuk dan memperkaya kepedulian sosial, memperkuat solidaritas Teladan 67, sekaligus sebagai langkah meningkatkan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mempertajam kepekaan untuk berbagi walaupun sedikit dari apa yang dimiliki.
“Jadi kita mempertinggi, memperkaya rasa sosial dan solidaritas kita kepada orang lain sehingga kita mampu untuk berbagi. Apalagi ini juga bulan Ramadan, jadi sekaligus untuk meningkatkan takwa kita,” ujarnya ketika ditemui pada Jumat (13/03/26).
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sosial dalam diri para siswa.
“Jadi harapan saya memang setelah melakukan itu, anak betul-betul menghayati bahwa kita sebagai makhluk sosial harus selalu berbagi, apapun yang kita miliki,” tambah Kepala Sekolah berharap momen berbagi takjil ini dapat benar-benar dimaknai oleh Teladan 67.
Melalui kegiatan berbagi takjil ini, Teladan 67 tidak hanya berbagi makanan berbuka puasa kepada masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan empati di antara para siswa. Kegiatan ini menjadi salah satu momen berharga bagi siswa kelas XII sebelum menapaki perjalanan baru menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
Dengan semangat berbagi yang tumbuh di bulan Ramadan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk menumbuhkan kepedulian, memperkuat solidaritas, serta mengamalkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh: Keisya Shafa Azahra, Aulia Nisriena Putri, dan Alikha Lintang Arumawarni
